Di Pasar Modal Kerap Terjadi Kejahatan Seperti Ini

Di Pasar Modal Kerap Terjadi Kejahatan Seperti Ini – Menggoreng saham sebagai salah satunya kejahatan pasar modal yang disinyalir cukup umum terjadi di Indonesia. Tetapi, goreng-menggoreng saham bukan salah satu kejahatan di pasar modal. Pada umumnya, ada tiga tipe kejahatan di pasar modal yang umum terjadi, yakni : Penipuan atau fraud, Kecurangan pasar modal, Insider trading. Kejahatan di pasar modal ini bukanlah pembunuhan, pencurian, … ala film crime getho sich. Tetapi umumnya mengikutsertakan bermacam tehnologi dan “kecerdasan” beberapa orang yang turut serta didalamnya. Komoditi sebagai object umumnya berbentuk info.

Sebaiknya kamu sebagai investor-apa juga arahmu berinvestasi-mengenal bermacam-macam kejahatan di pasar modal ini. Agar apa? Ya, agar minimum kamu siaga dan tahu, karena-seperti wujud kejahatan yang lain-kejahatan di pasar modal ini bisa juga mengincar siapa saja. Apa lagi mereka yang belumlah cukup punyai pengalaman dan pengetahuan . Maka, keinginannya sich, sesudah tahu ya menjadi lebih siaga. Getho kan ya?

Di Pasar Modal Kerap Terjadi Kejahatan Seperti Ini

Nach, silahkan kita saksikan satu demi satu bermacam-macam kejahatan di pasar modal yang umum terjadi. Sebetulnya semua sich digolongkan dalam 3 barisan besar. So, I think, akan lebih gampang dimengerti jika contoh kita ulas saja per kelompok.

Penipuan atau fraud

Nach, umumnya dalam kejahatan penipuan ini, di mana saja sich, selalu mengikutsertakan info palsu. Beberapa lalu sempat pernah ada kasus penipuan saham, dengan modus operasi sang aktor entahlah dengan bagaimana memperoleh identitas nasabah, lalu minta peralihan data ke broker saham, terhitung didalamnya peralihan nomor HP, e-mail, sampai nomor rekening. Setelah dilaksanakan pengkinian data, sang penipu lalu jual semua saham nasabah, dan minta dana dikirimkan ke nomor rekening sang penipu.

Kasus lain, pernah ada juga seorang akui perwakilan sebuah perusahaan sekuritas yang menggalang dana kelompok untuk diinvestasikan bersama-sama di pasar modal. Rupanya, demikian diselidik, dia sebetulnya ialah bekas pegawai, yang tidak mempunyai ijin kembali.

Kelihatannya beberapa kasus investasi bodong dapat ditempatkan ke kelompok penipuan atau fraud ini. Dan, susahnya, semakin kesini, makin banyak kita jumpai kasus investasi bodong yang pada akhirnya dibongkar. So, sebaiknya kita memang waspada. Tidak boleh mudah tergoda, apa lagi untuk suatu hal yang “too good to be true”. Jika Anda saat ini memerlukan pengacara perceraian di bali bisa langsung kunjungi website pengacaradibali.com

Add Comment