Sejarah dan Megahnya Masjid Baiturrahman Aceh

Masjid Baiturrahman merupakan ikon Aceh yang dibangun tahun 1612 Masehi serta masjid termegah abad ke-18 dan salah satu bangunan yang masih tetap utuh pada saat musibah tsunami yang terjadi di Aceh pada akhir tahun 2004. Masjid Baiturrahman ini pembangunannnya dimulai pada tahun 1612 Masehi oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam. Masjid ini sudah direnovasi pada bagian luas serta penambahan di bagian kubah masjidnya. Pada tanggal 26 Maret 1873 ketika Belanda menyerang Kerajaan Aceh, masjid ini digunakan untuk benteng serta markas pertahanan oleh pejuang Kerajaan Aceh seperti Cut Nyak Dien dan Teuku Umar yang mengatur taktik perang maupun strategi dari Masjid Baiturrahman. Pada tanggal 5 April 1873, Jendral Harmen Rudlof Kohler sebagai pimpinan Belanda dan pasukannya sebanyak 3.198 tentara yang telah berhasil menguasai Masjid Baiturrahman. Kemudian pejuang-pejuang Aceh membalas penyerangan terhadap Belanda, dan tewaslah Jendral Kohler karena tertembak.

Pada tanggal 10 April 1873 terjadi agresi tentara Belanda kedua dan pemimpinnya adalah Jenderal Van Swieten yang mana membakar habis Masjid Baiturrahman. Masyarakat Aceh dan Cut Nyak Dien yang memimpin pasukannya begitu mengobarkan semangat jihad bagi para pejuangnya sehingga perang kembali memanas. Setelah empat tahun kemudian, Pemerintah Belanda membangun kembali masjid. Peletakan batu pertamanya pada tanggal 9 Oktober 1879 yang dilaksanakan oleh Kadhi Malikul Adil. Pada saat itu, militer sekaligus gubernur sipil dipimpin oleh Jenderal K. Van Der Heijden. Masjid ini pembangunannya selesai pada tanggal 27 Desember 1881 dengan sebuah kubah dan ukurannya tidak begitu luas. Kemudian pada tahun 1991 sampai dengan 1993 ada perluasan masjid pada bagian depan halaman masjid beserta bagian dalam masjid yang dilakukan oleh Gubernur Aceh Ibrahim Hasan.

 

Masjid Baiturrahman sekarang ini mempunyai kubah sebanyak 7 buah, 4 buah menara, dan sebuah menara induk. Untuk luas masjid bertambah sekitar 4 hektar, di dalam kompleks masjid ini juga dilengkapi dengan sebuah kolam. Masjid ini dijadikan sebagai ikon kota Aceh serta menjadi monumental setelah tsunami Aceh pada tahun 2004. Ketika bangunan di sekitar masjid ini rata dengan tanah, Masjid Baiturrahman ini tetap berdiri dengan kokoh dan juga menjadi tempat berlindungnya masyarakat dari bencana tsunami. Nampak dari arah depan kubah sebanyak 5 buah warnanya hitam, terdapat payung raksasa sebanyak 12 buah yang terpasang sehingga ketika siang hari tidak begitu panas. Untuk lantai masjid menggunakan marmer putih sehingga terkesan sejuk.

Interior masjid dihiasi dinding dan tangga dari marmer serta lantai yang berasal dari Tiongkok. Jendela terbuat dari kaca yang indah pada bagian atas, dekorasi pintu kayu, lampu hias yang menggantung, serta batu-batuan bangunan masjid yang asalnya dari Belanda. Untuk luas ruangan di dalam masjid 4.760m². Lantai masjid juga dilapisi dengan marmer yang berasal dari Italia. Masjid ini dapat menampung sebanyak 10.000 jamaah pada bagian dalam masjid. Serta dapat menampung sebanyak 30.000 jamaah apabila digabung dengan halaman masjid. Gaya arsitektur masjid ini bergaya India Kuno, sehingga masjid ini bisa menarik wisatawan untuk datang berkunjung. Tak lupa jangan mengabaikan fungsi utama masjid sebagai tempat beribadah umat muslim.

*Untuk informasi mengenai Pemesanan Kubah Masjid serta Konsultasi di Kontraktor Kubah Masjid:

CV.SINAR SURYA ABADI

• Telepon: 031-7871416

• Handphone dan Whatsapp: 081235648084/082264308124

• Alamat : Jalan Ki Suryo jati selatan Rt.24 Rw.08 Kedungturi Taman Sidoarjo – Jawa Timur 61257

• Buka Setiap Hari Pukul 08.00 – 17.00

• atau Kunjungi di https://kubah-surya.com

Dapatkan harga penawaran kubah masjid terbaik dari kami dengan harga termurah serta berkualitas dengan disertai surat jaminan garansi di setiap produknya.

Kami juga bersedia survey kubah masjid di dalam kota, luar kota,maupun luar pulau dengan secara gratis.

Add Comment